Blog

Nurul Wijaksono (Anggota Bidang Dakwah dan Pengkajian Agama PRPM Karangwaru-Tegalrejo)

A. ANAK ADALAH ANUGERAH

Anak merupakan karunia dari Allah Subhanahu wataala Rabb yang Maha Meciptakan yang sangat berharga bahkan anak diaggap sebagai harta kekayaan yang tidak bisa tergantikan sebagaimana telah dijelaskan dalam banyak ayat dan Hadis. Anak adalah Amanah dari Allah Subhanahu wataala maka sudah sepantasnya untuk selalu dirawat, dijaga,dilindungi dan dididik dengan baik karena dalam diri seorang anak melekat martabat, harkat dan hak-hak manusia untuk dijunjung tinggi. Hak dasar anak merupakan bagian dari hak asasi manusia sebagai yang termaktub dalam Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Dari konteks Undang – Undang ini anak adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita – cita perjuangan bangsa yang menjamin akan kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan dan sudah seharusnya anak mendapakan jaminan kesejahteraan oleh negara.

Dalam Islam perlindungan anak memiliki makna yang sangat penting yaitu sebagai basis nilai dan paradigma untuk memperbaiki kehidupan atau nasib serta masa depan anak, serta sebagai pendekatan yang komprehensif dalam menanamkan pendidikan rohani, Pendidikan moral, Pendidikan sosial dan Pendidikan kebudayaan, sehingga terciptanya genersi unggul.

Upaya perlindungan anak perlu dilakukan sedini mungkin bahkan dimulai Ketika masih dalam kandungan sampai anak berusia 18 tahun. Hal ini merupakan konsep dari perlindugan anak yang komperhensif utuh dan menyeluruh. Islam adalah agama rahmat bagi seluruh alam, agama yang merahmati semua mahluk tanpa terkecuali anak – anak. Islam menyatakan bahwa anak – anak membutuhkan perlindungan dan merupakan makhluk yang perlu mendapatkan perhatian, dan kasih sayang.

B. PENGERTIAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM HUKUM ISLAM

Anak adalah seorang yang belum berusia 18 (delapan belas ) tahun termasuk yang masih dalam kandugan. Anak merupakan rahmat dan amanah dari Allah subhanahu wataala yang dititipkan kepada orangtua dan merupakan karunia  sangat berharga dan harus dijaga dirawat dengan baik, karena tidak semua orangtua mendapatkan Amanah ini, tidak sedikit orangtua menginginkan keturunan dan melakukan segala cara agar bisa mendapatkan keturunan,tetapi belum mendapatkan sesuai dengan yang diharapkan dan pada akhirya anak adalah anugerah dari Allah subhnanhu wataala kepada seseorang yang dikehendaki-Nya. Maka dari itu wajib hukumnya orangtua memberikan kasih sayang, perhatian, perlindungan dan pendidikan serta memerhatikan kemaslahatan anak sehingga terpenuhiah hak – haknya agar terhindar dari setiap tindakan kekerasan dan deskriminasi.

Sedangkan perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak – haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak – hak anak agar tetap hidup, tumbuh dan berkembang. Negara mempunyai kewajiban terhadap kesejahteraan warganegara tak terkecuali anak – anak.

Islam sebagai agama yang komperhensif mempuyai perhatian besar terhadap kehidupan makhluk hidup, termasuk manusia, bahkan Ketika manusia masih dalam kandungan Islam sangat memperhatikan hak – hak yang wajib dipenuhi oleh orangtua terhadap calon anak. Dalam literatur hukum Islam kata perlindungan anak tidak ditemukan akan tetapi ada makna yang mendekati perlindungan anak yaitu hadhanah, secara bahasa (etimologi ) kata hadhanah merupakan bentuk masdar dari kata al-hadhn yang mengandung arti “memelihara dan mendidik anak” dan bermakna juga al-janb  ( lambung atau rusuk ) karena seorang ibu yang melidungi dan mendidik anak dalam pangkuannya (lambung). Adapun menurut istilah hadhanah berarti memelihara anak kecil orang yang lema,orang gila, terganggu jiwannya atau orang yag tidak memiliki kemampuan untuk mandiri.

Kedudukan hukum seorang anak sangat tergantung atas status sebuah hubungan perkawinan. Hubungan perkawinan ini di Indonesia diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 yang didalamnya mencakup keluarga, harta perkawinan, pemeliharaan anak, perceraian. Perkawinan adalah pertalian yang antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan dalam waktu yang lama.3 adapun di dalam Pasal 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 menyebutkan : “Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. Menurut Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974, suatu perkawinan bertujuan untuk membentuk suatu keluarga yang bahagia dan kekal. Keluarga mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia sebagai mahluk sosial dan merupakan kesatuan masyarakat terkecil yang terdiri dari Ayah, Ibu dan anak. Dengan demikian pembentukan keluarga antara lain untuk memperoleh keturunan.

C. HAKEKAT PERLINDUNGAN ANAK

Salah satu bentuk perlindungan anak dalam Islam adalah menampakkan kasih sayang terhadap anak dengan cara memenuhi hak – hak anak, memberikan perlindungan terhadap anak, dari tindakan kekerasan dan deskriminasi. Hal ini berarti perlindungan anak dalam Islam berarti menampakan anugerah yang diberikan Allah subhanahu wataala terhadap orangtua berupa sentuhan cinta dan kasing sayang orangtua kepada anak sebagai bagian pemenuhan hak – hak anak agar anak dapat tumbuh, berkembang dan bertahan hidup serta medapatkan rasa aman dari tindakan kekerasan.

Terdapat banyak ayat al – Quran dan hadis yang menjelaskan tentang pentingnya perlindungan terhadap anak, salah satunya terdapat dalam al – Quran surat At – Tahrim ayat 6 yang artinya “ Wahai orang –orang yang beriman, jagalah diri kamu dan keluarga kamu dari siksa api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan. Penjaganya malaikat yang kasar dan keras yang tidak pernah mendurhakai Allah subhanahu wataala terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan “

Ayat diatas menegaskan bahwa terbentuknya keluarga sakinah, yang dipenuhi dengan kebaikan agar terhindar dari kejelekan yang menyebabkan terjeumusnya kedalam api neraka adalah merupakan tuntutan Syariat. Dalam tafsir as – Sa’di karya Syaikh Abdurrahman bin Nasir as-Sa’di menyebutkan bahwa menjaga diri dan keluarga dari api neraka dalah dengan mendorong diri kita untuk mentaati Allah Subhanahu wataala dan menjauhi larangan-Nya, bertobat dari sesuairu yang membuat Allah Subhanahu wa taala murka dan mendatangkan azab serta dengan menta’dib (mengajarkan adab) dan mengajari mereka agama serta mendorong mereka melaksanakan perintah Allah subhanahu wataala . oleh karena itu, seorang hamba tidak akan selamat sampai ia dapat melaksanakan perintah Allah subhanahu wataala pada dirinya dan orang yang berada di bawah kekuasaannya yaitu istri dan anak.

 

D. HAK – HAK DAN PERLINDUNGAN ANAK MENURUT HUKUM ISLAM

Mengacu pada tujuan disyariatkan Hukum Islam, yaitu terciptanya suatu kemashlahatan bagi umat manusia, maka permasalahan perlindungan dan hak anak ada kaitan erat dengan upaya memelihara keturunan ( Hifzu al – Nasl) . hal ini dalam rumusan Maqoshid Syariah termasuk salah satu hak dasar yang ahrus ditegakkan agar terciptanya suatu kemashlahatan. Teori Maqoshid Syriah secara umum terbagi menjadi tiga bagiat yakni kemaslahatan primer (dharuriyat) kemaslahatan  sekunder (hajiat) dan kemaslahatan tersier (tahsiniat). Maslahat biasa dikaitkan dengan Maqoshid Syariah diambil dari kata maqsud yang berarti tuntutan kesengajaan atau tujuan. Sedangkan syariah adalah sebuah kebijakan (hikmah) dan tercapainya perlindungan bagi setiap orang pada kehidupan dunia dan akhirat. Maqosid Syariah juga berarti tujuan Allah subhanahu wataala dan Rasul-Nya dalam merumuskan hukum-hukum Islam.

Adapun lima hak dasar dalam Islam yang disebut ad-dharuriyat al-khams  yakni pemeliharaan atas kehormatan (hifzul’ird) dan keturunan (hifzun nasb), pemeliharaan atas hak beragama (hifzud dien), pemeliharaan jiwa (hifzun nafs), pemeliharaan akal (hifzul aql) dan pemeliharaan harta (hifzul mal)

  1. Hifdzud Dien

Hifzud dien adalah pemeliharaan terhadap agama dalam Islam. Pemeliharaan hak beragama dalam Islam merupakan tanggungjawab dari orangtua yang pertama kali dilakukan, karena ini adalah sebuah kewajiban dari orangtua terutama ibu sebagai orang yang telah mengandung, merawat dan memeliharanya. Anak akan mengikuti agama orangtuanya, ketika seorang anak terlahir dalam keluarga muslim maka anak tersebut akan memeluk agama Islam, begitu juga dengan agama non- Islam. Hal demekian seperti halnya sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam yang di riwayatkan Imam Bukhari, dari Abu Hurairah radiallahu ‘anhu, dia berkata Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda : “setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (perasaan percaya kepada Allah subhanahu wataala) maka kedua orangtuanyalah yang menjadikan anak tersebut beragama Yahudi, atau Nasrani ataupun Majuzi” (HR. Bukhari).

Berdasarkan hadis diatas orangtua mempunyai pengaruh besar terhadap pembetukan anak, baik memalui keteladanan orangtua perkataan orangtua cinta oramgtua dan kasih sayang orangtua. Karena sejatinya anak akan mencontoh apa yang dilakukan orangtuanya.

  1. Hifdzul ‘ird dan Hifdzun Nasb

Salah satu bentuk hak sebagai warga sipil yang paling mendasar bagi setiap anak yang terlahir ke muka bumi adalah mendapatkan pengakuan terhadap jatidiri berupa pemberian nama dan nasab. Nama dan keturunan (nasab) wajib tertulis dalam akta kelahiran sebagai legalisasi nasional hal ini sebagaimana terlah ditegaskan dalam UU nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil. Dalam perspektif Islam hak sipil atau identitas seorang anak termasuk dalam konsep hifdzul ‘ird (pemeliharaan atas kehormatan) dan hifdzun nafs (pemeliharaan jiwa).

  1. Hifdzun Nafs

Menjaga kesehatan merupakan bentuk pemeliharaan terhadap jiwa  dalam Islam disebut dengan hifdzun nafs. Menjaga kesehatan anak merupakan kewajiban, baik kesehatan lahir maupun batin, jiwa maupun raga agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik secara normal sehingga terhindar dari penyakit fisik mauoun nofisik.uapya ini bisa dilakukan semenjak anak masih dalam kandungan.

  1. Hifdzul ‘Aql

Pendidikan merupakan komponen penting bagi anak dalam peningkatan kualitas diri sebagai manusia, dan juga pendidikan termasuk penunjang peradaban bagi manusia. Dalam Islam pemeliharan akal disebut dengan istilah hifdzul ‘aql salah satu peran dari pendidikan adalh mencerdaskan bangsa dan mengangkat status derajat manusia, hal ini sejalan dengan bunyi surah al – Mujadallah ayat 11:

“ Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat……” (QS. Al-Mujadallah : 11)

  1. Hifdzul Mal

Islam sangat memeperhatikan terhadap hak sosial setiap orang khususnya bagi orang yang lemah, rentan, fakir, miskin, perempuan dan termasuk didalamnya anak –anak dengan cara memberlakukan hak-hak dsar jaminan sosial. Islam telah menawarkan solusi dalam penanggulangan problema kemiskinan di dalam masyarakat dengan menyediakan Baitul Maal sebagai tempat pengumpulan dan penyaluran zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.

E. PENUTUP

Anak adalah anugerah dari Allah subhanahu wataala yang tidak semua orangtua mendapatkannya. Allah subhanahu wataala menganugerahkan anak kepada keluarga yang dikehendaki-Nya. Hak dasar anak merupakan bagian dari hak asasi manusia seperti yang tercantum dalam UUD 1945 dan Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Perlindungan anak dalam perspektif hukum Islam mengandung arti pemenuhan hak – hak dan perlindungan anak terhadap suatu hal yang membahayakan dirinya. Dalam al – Quran dan hadis Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam telah termaktub banyak ayat yang telah menjelaskan tentang hak – hak anak, hal ini menunjukan bahwa Islam sangat memberikan perhatian yang besar pemenuhan hak – hak manusia tidak terkecuali anak – anak.

SUMBER

Burhanuddin. ‘PEMENUHAN HAK – HAK DASAR ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM’.Adliya.Vol 8 No. 1, (Edisi Januari – Juni 2014).  Hlm. 286-289

Effendi, Satria. Ushul fiqh. Jakarta: Kencana, 2005.hlm 233

Sholihah, Hani.’PERLINDUNGAN ANAK DALM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM’.al-Afkar, Journal for Islamic Studies. Vol. 1 No. 1( Januari 2018) hlm. 39

Umar M. Hasbi dan Bahrul Ma’ani.’URGENSI HAK DAN PELINDUNGAN ANAK DALAM PERSPEKTIF MAQASHID AL-SYARIAH’. Al – Risalah : Forum Kajian Hukum dan Sosial Kemsyarakatan. Vol. 17, No. 2 (Desember 2017) hlm. 205

Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak

×

Hallo Sobat Askafi!

Silahkan klik dibawah untuk chat melalui Whatsapp atau ajukan pertanyaan melalui Email di lazismuaskafi@gmail.com

× Hallo ada yang bisa kami bantu?