Blog

Kurban merupakan salah satu ibadah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah swt. Islam telah mengatur perihal tatacara berkurban dan kriteria hewan yang bisa dijadikan untuk berkurban. Allah swt berfirman dalam Q.S al-Hajj ayat 34:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ (34)

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, berserah dirilah kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).”

Ayat di atas menunjukkan bahwa hewan yang dapat dijadikan hewan kurban adalah Bahimah al-An’am (binatang ternak). Para ulama berpendapat bahwa yang termasuk binatang ternak dalam ayat tersebut adalah kambing (termasuk di dalamnya domba dan biri-biri), sapi (termasuk kerbau) dan unta.

Adapun kriteria dari hewan yang termasuk Bahimah al-An’am adalah sebagai berikut:

  1. Kriteria fisik, yakni hewan kurban hendaknya yang sehat, baik dan tidak cacat. Rasulullah saw telah memberikan penjelasan dalam berbagai hadis yang kesimpulannya adalah sebagai berikut:
  2. Hewan yang layak dan pantas dijadikan hewan kurban adalah:
  • Al-Aqran, hewan yang bertanduk lengkap
  • Samin, hewan yang gemuk badannya atau berdaging
  • Al-Amlah, hewan yang warna putihnya lebih banyak dari warna hitamnya
  1. Hewan yang tidak layak dijadikan hewan kurban adalah:
  • Al-‘Auraa, hewan yang buta salah satu matanya
  • Al-Mardhah, hewan yang jelas sakitnya
  • Al-‘Arja, hewan yang jelas pincangnya
  • Al-Kasir, hewan yang kurus kering dan kotor
  1. Kriteria umur, dalam hal ini dapat dijelaskan bahwa hewan kurban yang memenuhi syarat secara umur yaitu, unta usianya telah berumur 5 tahun, sapi telah berumur 2 tahun dan kambing telah berumur 1 tahun.

Adapun mengenai jenis kelamin tidak ada dalil yang mengkhususkan salah satu jenis kelamin saja. Akan tetapi, berkurban dengan hewan jantan lebih afdhol.

Selanjutnya mengenai tatacara penyembelihan hewan kurban ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Waktu penyembelihan hewan kurban dimulai sejak selesai shalat Idul Adha yakni tanggal 10 Dzulhijjah sampai terbenam matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah.
  2. Orang yang menyembelih hewan kurban diutamakan shahibul qurban (orang yang berkurban) sendiri, apabila tidak mampu dapat diwakilkan dan dianjurkan untuk shahibul qurban menyaksikannya.
  3. Menyembelih kurban dengan alat (pisau) yang tajam
  4. Tidak mengasah pisau dihadapan hewan kurban
  5. Menghadapkan leher hewan kurban ke arah kiblat saat disembelih
  6. Membaringkan hewan di atas lambung sebelah kiri
  7. Membaca basmalah dan doa tatkala hendak menyembelih hewan kurban. Adapun doanya adalah بسم الله الله أكبر اللهم منك ولك عن… “Bismillahi Allahu Akbar Allahumma minka wa laka ‘an (sebut nama shahibul qurban)
  8. Memastikan bahwa bagian tenggorokan, kerongkongan, dua urat leher telah terputus
  9. Tidak boleh mematahkan leher dan menguliti sebelum hewan kurban benar-benar mati. Maksudnya adalah menunggu hewan benar-benar sudah tidak bergerak (berkontraksi).

Alfandi Ilham S.Ag
Kabid Dakwah Dan Pengkajian Agama Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Tompeyan

×

Hallo Sobat Askafi!

Silahkan klik dibawah untuk chat melalui Whatsapp atau ajukan pertanyaan melalui Email di lazismuaskafi@gmail.com

× Hallo ada yang bisa kami bantu?