Blog

Pernikahan merupakan ritual agama yang menyatukan dua insan antara laki-laki dan perempuan dalam sebuah ikatan yang sah. Manusia pada umumnya pasti mendambakan sebuah pernikahan guna mewujudkan keluarga yang tentram, nyaman dan damai atau biasa disebut dengan keluarga sakinah. Kerap kali apabila ada anggota keluarga, teman atau kerabat yang hendak melangsungkan pernikahan kita memberikan selamat dan doa dengan mengatakan: “Semoga menjadi keluarga yang SAMAWA (Sakinah Mawaddah wa Rahmah)”. Lantas, apa sebenarnya makna dari sakinah mawaddah dan rahmah? Dan bagaimana upaya yang harus ditempuh bagi pasangan yang sudah menikah agar dapat mewujudkan keluarga sakinah?.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia keluarga berarti ibu, bapak beserta anak-anaknya seisi rumah. Secara sosiologis, keluarga adalah golongan masyarakat terkecil yang terdiri dari suami dan istri baik beserta ataupun tanpa anak. Dalam bahasa Arab keluarga disebut dengan berbagai kata misalnya ahlun (أهل), ali (آل), usrah (أسرة) atau ailah (عائلة). Kata ahlun berasal dari ahila yang artinya rasa senang bahagia. Pendapat lain mengatakan ahlun berasal dari kata ahala yang berarti menikah. Dalam pandangan Islam keluarga adalah satu kesatuan hubungan antara laki-laki dan perempuan melalui akad nikah menurut ajaran Islam. Allah swt dalam Q.S at-Tahrim: 6 menyebutkan keluarga dengan kata ahlun, yaitu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا…

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api nereka…”

Al-Maraghi menafsirkan kata “ahlun” yaitu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, anak dan khadam (pembantu).

Sedangkan kata sakinah adalah berasal dari bahasa Arab yaitu sakana-yaskunu-suknan artinya tenang, senang, diam, tidak bergerak, tenang setelah bergejolak, menempati rumah. As-Sakinah bermakna ketenangan, kemuliaan dan kehormatan. Sakinah karena perkawinan adalah ketenangan yang dinamis dan aktif. Kondisi sakinah tidak datang begitu saja, melainkan harus diusahakan dan diperjuangkan dengan sabar dan tenang. Suami istri saling memberdayakan baik secara psikologis maupun spiritual agar terwujud keluarga sakinah.

Istilah keluarga sakinah atau SAMAWA merupakan hasil penerjemahan terhadap Q.S ar-Rum: 21, yaitu sebagai berikut:

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (21)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Dari kata taskunu dalam ayat di atas itu kemudian diturunkan menjadi sakinah yang dimaknai sebagai kedamaian, ketenteraman, keharmonisan, kekompakan dan kehangatan. Kunci terwujudnya sakinah adalah dengan mawaddah dan rahmah dalam sebuah keluarga. Mawaddah dimaknai sebagai rasa saling mencintai dan menyayangi dengan penuh rasa tanggung jawab antara suami dan istri. Rahmah bermakna rasa saling simpati yaitu adanya saling pengertian, penghormatan dan tanggung jawab antara satu dengan yang lainnya.

Ibnu Abbas dan Mujahid berpendapat bahwa mawaddah berarti jimak dan rahmah itu anak. Adapun Suddi berpendapat bahwa mawaddah berarti rasa cinta sedangkan rahmah berarti limpahan kasih sayang. Dengan demikian keluarga sakinah dapat didefinisikan dengan “Bangunan keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah dan tercatat di Kantor Urusan Agama yang dilandasi rasa saling menyayangi dan menghargai dengan penuh rasa tanggung jawab dalam menghadirkan suasana kedamaian, ketentraman dan kebahagiaan hidup baik di dunia maupun di akhirat dengan ridha Allah swt”.

Dalam upaya membangun keluarga sakinah perlu dilandaskan pada lima asas, yaitu sebagai berikut:

  1. Asas Karamah Insaniyah

Yaitu menempatkan manusia baik laki-laki ataupun perempuan sebagai makhluk Tuhan yang memiliki kemuliaan dan kedudukan utama.

  1. Asas Hubungan Kesetaraan

Yaitu pola hubungan antar menusia yang didasarkan pada sikap penilaian bahwa semua manusia mempunyai nilai yang sama.

  1. Asas Keadilan

Yaitu mampu berbuat adil dalam keluarga yang dimulai dari adil terhadap diri sendiri, adil terhadap pasangan, anak-anak, orang tua serta kerabat.

  1. Asas Mawaddah dan Rahmah

Yaitu perekat antar anggota keluarga yang menimbulkan rasa saling pengertian, penghormatan, tanggung jawab antara satu dengan lainnya.

Kesimpulannya adalah bahwa untuk mewujudkan keluarga sakinah perlu adanya mawaddah dan rahmah antara suami istri khususnya dan anggota keluarga secara umum. Mawaddah dan rahmah memiliki substansi makna yang hampir sama, walaupun tetap memiliki perbedaan dalam pengejawentahannya. Mawaddah adalah cinta dan kasih sayang dalam ranah lahir atau fisik. Sedangkan rahmah adalah cinta dan kasih sayang dalam ranah batin dan hati. Terwujudkan keluarga sakinah akan berdampak pada timbulnya insan yang bertakwa dan masyarakat yang berkemajuan.

 

 

×

Hallo Sobat Askafi!

Silahkan klik dibawah untuk chat melalui Whatsapp atau ajukan pertanyaan melalui Email di lazismuaskafi@gmail.com

× Hallo ada yang bisa kami bantu?