Blog

Tidak sedikit masyarakat tatkala mendengar kata “Jihad” akan memahaminya dengan perang. Padahal, jihad tidak hanya bermakna perang semata. Secara etimologi jihad berasal dari kata jaahadayujaahidu yang berarti mencurahkan segala kemampuan untuk mencapai suatu tujuan. Secara garis besar jihad dibagi ke dalam dua kategori, pertama, jihad dengan harta (bil amwal) dan kedua, jihad dengan jiwa raga (bil anfus). al-Qur’an sering menggandengkan dua macam jihad ini seperti dalam Q.S al-Hujurat ayat 15 dan Q.S ash-Shaf ayat 10-11 :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ (15)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (Q.S al-Hujurat:15).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (10) تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (11)

“Hai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya.” (Q.S ash-Shaf: 10-11).

Perlu dipahami bahwa jihad dengan harta memiliki perbedaan dengan infak. Jihad dengan harta adalah mengorbankan harta yang dimiliki secara maksimal di jalan Allah. Sedangkan infak adalah memberikan sebagian harta di jalan Allah. Sebagai contoh apabila ada seseorang yang memiliki harta seratus juta kemudian dia memberikan lima ratus ribu untuk pembangunan masjid, maka ini termasuk dalam infak belum jihad. Adapun jihad dengan harta sebagaimana yang pernah dilakukan oleh sahabat Abu Bakar dan Umar yakni tatkala mereka diseru oleh Rasulullah saw untuk berjihad dengan harta maka Umar bin Khattab menyumbangkan separuh dari harta yang dimilikinya, lebih dari itu Abu Bakar bahkan menyumbangkan seluruh hartanya. Dalam hal ini KH Ahmad Dahlan merupakan salah seorang ulama Nusantara yang sangat gencar menyuarakan dan mencontohkan perihal jihad dengan harta benda. Salah satu pesan Kiai Dahlan beliau pernah berkata “Yen durong wani mbeset kulite dewe durong Islam temanan”, artinya apabila seseorang belum berani mengorbankan harta benda yang paling dicintainya di jalan Allah, maka ia belum pantas dianggap sebagai seorang muslim sejati.

Jihad bil anfus tidak hanya bermakna perang saja yang mengorbankan nyawa seseorang. Perlu dipahami bahwa makna jihad bil anfus begitu luas dan tak jarang yang melakukan penyempitan makna. Pemahaman yang sempit dan dangkal terhadap makna jihad bil anfus akan melahirkan pemikiran yang cenderung ekstrim. Padahal makna jihad bil anfus mencakup berbagai macam potensi yang melekat pada diri seseorang (selain harta) seperti berjihad dengan kata-kata, tulisan, dakwah amar makruf nahi munkar, menyumbangkan tenaga sebagai aktivis organisasi yang bersifat fi sabilillah dan termasuk berjuang melawan hawa nafsu.

Dengan demikian kesimpulannya adalah bahwa perang merupakan bagian dari jihad, akan tetapi tidak semua jihad dilakukan dengan jalan perang. Jihad pada intinya adalah segala bentuk perjuangan, baik dengan harta benda, ilmu pengetahuan dan potensi lainnya untuk kepentingan agama Allah (fi sabilillah).

Alfandi Ilham S.Ag

Kabid Dakwah Dan Pengkajian Agama Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Tompeyan

 

×

Hallo Sobat Askafi!

Silahkan klik dibawah untuk chat melalui Whatsapp atau ajukan pertanyaan melalui Email di lazismuaskafi@gmail.com

× Hallo ada yang bisa kami bantu?