Blog

Dalam sepi dan gelapnya malam ,seorang anak kecil yang masih berumur 7 tahun sedang tidur pulas di dekat ayahnya. Saat itu adalah bulan ramadhan ,bulan yang penuh berkah lagi penuh ampunan dari yang maha Rahman, selain di bulan yang sangat mulia ,malam itu juga bertepatan dengan malam yang paling mulia, malam ke 27.

Suatu ketika di pertengahan malam, tiba-tiba anak kecil ini terbangun dari tidurnya, dan seketika ia sangat terkejut saat melihat cahaya yang memenuhi rumahnya, malam itu sungguh aneh baginya, tidak seperti malam-malam biasanya. Ketika itu pulang ia langsung membangunkan ayahnya dan menanyakan akan kejadian yang ia lihat. ” Wahai ayah , cahaya apa yang menerangi seisi rumah ini ? ” tanya sang anak, maka semua keluarganya juga terbangun di malam itu , tetapi anehnya mereka tidak melihat apapun, sebagaimana yang di lihat oleh anak kecil tersebut.

Dengan kejadian tersebut sang ayah meyakini dengan seyakin-yakinnya , bahwasannya malam itu adalah malam laiatul qodar, yang mana nilai ibadah di dalamnya lebih baik dari seribu bulan. Selain itu sang ayah juga meyakini bahwa kejadian ini menjadi sebab untuk membangunkan keluarganya agar menghidupkan malam ,untuk shalat, berdoa , dan bermunajat kepada Allah di malam yang mulia itu.

Saat itu anak yang masih kecil ini belum mengetahui apa hakikat kejadian di malam itu, tapi sang ayah mempunyai firasat tentang anaknya tersebut yang melihat cahaya di malam lailatu qodar ,bahwa kelak anaknya itu akan menjadi orang besar ,yaitu menjadi seorang ulama yang masyhur dengan keilmuannnya, kezuhudannya , ke wara’ an nya dll.

Begitulah salah satu kisah Imam Nawawi di masa kecilnya, di usia 7 tahun beliau sudah mendapat karamah dari Allah SWT, dengan disingkapkan baginya salah satu rahasia dari rahasia-rahasia Allah SWT yang tidak diberikan kepada selainnya.

Setelah mengetahui hal tersebut, sang ayah langsung memberikan perhatian lebih kepada An-Nawawi kecil , dengan menanamkan dalam dirinya kecintaan kepada sumber segala kebaikan dan keutamaan, yaitu Al Quran. An-Nawawi kecil selalu disibukkan dengan Al-Qur’an ,dengan kesibukannya bersama Al-quran itu ,sampai ia menjadi anak yang justru tidak suka bermain, berbeda dengan anak-anak sebayanya yang normalnya gemar bermain, hingga dikisahkan : suatu hari ia di paksa oleh teman-temannya untuk ikut bermain, tapi ia justru menolaknya dan berusaha untuk kabur dari mereka ,sampai-sampai ia menangis karna paksaan teman-temannya itu.

Hal lain yang sangat menakjubkan dari Mujahadah ( kesungguhan )Imam nawawi dalam menuntut ilmu adalah ( sebagaimana yang saya lihat dari ceramah Ust. Dr. Abdul Shamad ) bahwa beliau pernah dalam 2 tahun tidak pernah menempelkan punggungnya dengan kasur, artinya selama itu beliau tidak pernah tidur berbaring, Subhanallah.

Maka tidak heran jika hingga hari ini bisa dikatakan karya – karya Imam nawawi memasuki rumah-rumah setiap kaum muslimin di seluruh dunia, seperti : Arbain Nawawi , Riyadhus Shalihin dsb, itu semua tidak lain karna taufiq dari Allah SWT yang disertai dengan keikhlasan , ketaqwaan, dan kesungguhan beliau dalam mencari ilmu ataupun menyebarkannya untuk kemaslahatan umat.

Wallohu A’lam bis showab.

Ahmad Wahyudi Lc

×

Hallo Sobat Askafi!

Silahkan klik dibawah untuk chat melalui Whatsapp atau ajukan pertanyaan melalui Email di lazismuaskafi@gmail.com

× Hallo ada yang bisa kami bantu?