Blog

Sebelum mengenal sosok Kiai Wardan, terlebih dahulu akan disampaikan mengenai apa itu hisab hakiki dan urfi sebegai pengantar. Dalam diskursus kalender hijriah (kamariah) dikenal dengan istilah hisab urfi dan hisab hakiki. Hisab urfi adalah sistem perhitungan kalender yang didasarkan pada peredaran rata-rata bulan mengelilingi bumi dan ditetapkan secara konvensional. Sistem hisab urfi bisa dikatakan sama dengan sistem penanggalan kalender syamsiyah (Masehi) yaitu bilangan hari pada tiap-tiap bulan berjumlah tetap, kecuali bulan tertentu pada tahun tertentu. Hisab model ini tidak bisa dijadikan pedoman dalam menentukan pelaksanaan ibadah (awal dan akhir ramadhan). Sedangkan hisab hakiki adalah sistem hisab yang didasarkan pada peredaran bulan dan bumi yang sebenar-benarnya dan setepat-tepatnya. Menurut sistem ini, umur setiap bulan tidaklah konstan atau tetap, melainkan tergantung pada posisi hilal setiap awal bulan. Sehingga, jumlah hari pada setiap bulannya tidak beraturan terkadang 29 atau 30 hari dan itu sesuai dengan sabda Nabi saw.

Salah satu tokoh yang konsen dalam bidang ilmu falak atau hisab dan melahirkan banyak karya dibidang tersebut ialah Kiai Wardan Diponingrat. Beliau bernama lengkap Kiai Kanjeng Raden Penghulu Muhammad Wardan Diponingrat. Beliau lahir pada tanggal 19 Mei 1911 M di kampung Kauman Yogyakarta dan wafat pada tanggal 3 Februari 1991 M. Kiai Wardan merupakan putra dari seorang penghulu kraton Yogyakarta yaitu Kiai Penghulu Kanjeng Raden Haji Muhammad Kamaludiningrat. Kiai Wardan adalah salah satu tokoh Muslim Indonesia yang dikenal sebagai penggagas konsep hisab hakiki dengan sistem “Wujudul Hilal”. Gagasan tersebut muncul akibat kegelisahan dan keprihatinan Kiai Wardan terhadap model dan pola penentuan awal bulan kamariah konvensional tradisional yang berlaku pada saat itu. Konsep wujudul hilal dibangun dengan memadukan wilayah normatif dan empiris atau yang disebut sebagai “jalan tengah”.

Pendidikan formal Kiai Wardan dimulai di Standard Schoel Moehammadijah Suronatan Yogyakarta dan kemudian melanjutkan ke Madrasah Muallimin Muhammadiyah. Setalah lulus dari Muallimin pada tahun 1930 M Kiai Wardan melanjutkan untuk memperdalam ilmu agamanya ke Pondok Pesantren Jamsaren Surakarta. Di pondok pesantren inilah Kiai Wardan meneruskan untuk memperdalam ilmunya di bidang tafsir, hadis, fikih dan akidah. Selain memperdalan agama di Pondok Pesantren Jamsaren, Kiai Wardan juga mempelajari bahasa Belanda dan Inggris. Adapun guru yang menginspirasi juga mengajarkan ilmu falak kepadanya yang juga banyak mengubah pola pikirnya ialah H. Siraadj Dahlan putra KH Ahmad Dahlan yang memiliki karya dalam bidang ilmu falak yang berjudul “Ilmoe Falak (Cosmographie)”.

Kiprah Kiai Wardan dimulai saat beliau menjadi guru di madrasah al-Falah Yogyakarta. Selanjutnya menjadi guru di Sekolah Muballighin Muhammadiyah. Meskipun Kiai Wardan tidak memiliki gelar akademik, namun berkat kedalaman ilmunya, pemerintah memberikan amanah kepada Kiai Wardan sebagai anggota Dewan Kurator IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan anggota Badan Hisab Rukyat Departemen Agama RI. Di ranah persyarikatan, Kiai Wardan yang merupakan seorang ahli dalam bidang hukum Islam (falak) diberi kepercayaan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjadi ketua Majelis Tarjih PP Muhammadiyah. Pada masa kepemimpinanya Majelis Tarjih melakukan beberapa kali Muktamar Khususi Tarjih yang menghasilkan keputusan mengenai berbagai persoalan hisab/astronomi.

Kiai Wardan sebagai seorang ulama ahli falak yang banyak menginspirasi tentu meninggalkan beberapa karya yang representatif. Hingga saat ini karya-karyanya masih menjadi bahan kajian untuk pengembangan pemikiran hisab di Indonesia. Diantara karya-karya Kiai Wardan dalam bidang hisab adalah 1) Umdatul Hasib. Buku ini ditulis dalam bahasa Arab yang berisikan mengenai masalah arah kiblat, awal bulan kamariah serta gerhana matahari dan bulan. 2) Kitab Ilmu Falak dan Hisab. Buku ini berisi perihal bola langit, teori-teori astronomi yang berhubungan dengan persoalan hisab dan praktik perhitungan hisab. 3) Hisab Urfi & Hakiki. Buku ini merupakan lanjutan dari buku “Kitab Ilmu Falak dan Hisab” sekaligus menjadi mahakarya dari Kiai Wardan dalam bidang ilmu hisab.

Alfandi Ilham S.Ag

×

Hallo Sobat Askafi!

Silahkan klik dibawah untuk chat melalui Whatsapp atau ajukan pertanyaan melalui Email di lazismuaskafi@gmail.com

× Hallo ada yang bisa kami bantu?