Blog

Tidak sedikit dalil yang diisyaratkan al-Qur’an maupun hadis Nabi Muhammad saw mengenai keutamaan ilmu. Dalam al-Qur’an surat al-Mujadalah ayat 11 Allah swt berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ (11)

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, ‘Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis’ maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan ‘Berdirilah kamu’ maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu diantara kamu beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.”

Allah swr juga berfirman dalam al-Qur’an surat al-Ankabut ayat 43:

وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ (43)

Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.”

Nabi saw dalam salah satu hadis yang terkenal yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah ra memberikan keterangan mengenai keutamaan penuntut ilmu yaitu:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah akan memudahkan jalan baginya ke surga.” (HR at-Tirmidzi).

Hadis di atas menjelaskan keutamaan bagi orang yang melakukan perjalanan untuk menuntut ilmu. Kata “يَلْتَمِسُ فِيهِ” mengandung anjuran dalam menuntut ilmu itu dengan cara melakukan pengembaraan dari satu tempat ke tempat lain. Kemudian, kata “عِلْمًا” dalam hadis di atas berupa isim nakirah yang menunjukkan pada arti umum. Maksudnya ilmu yang dicari mencakup segala ilmu yang membawa kemanfaatan bagi dirinya juga orang lain dan bukan ilmu-ilmu yang dilarang oleh agama seperti ilmu sihir. Abu Darda’ berkata: “Barangsiapa berpendapat bahwa bepergian untuk mencari suatu ilmu bukanlah merupakan jihad, maka dia telah mengalami kekurangan dalam pendapat serta akalnya”. Inti dari hadis di atas adalah salah satu sarana untuk masuk surga ialah dengan menuntut ilmu yang didasarkan atas niat yang ikhlas karena Allah kemudian mengambil manfaat dari ilmu yang dipelajari dan mengamalkannya.

Dalam hadis lain Nabi saw juga menjelaskan keutamaan ilmu yaitu merupakan salah satu dari tiga amalan yang pahalanya tetap mengalir walaupun pelakunya telah meninggal dunia. Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah ra Nabi saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa sungguh Rasulullah saw bersabda: Apabila salah seorang anak Adam meninggal dunia terputuslah segala amalnya kecuali tiga perkara, yaitu: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholih yang berdoa untuk orang tuanya.” (HR Muslim).

Hadis di atas menjelaskan bahwa apabila manusia meninggal dunia maka akan terputus segala amalnya kecuali tiga perkara, yaitu shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat baik dalam bentuk tulisan ataupun pengajaran dan anak shalih yang mendoakan kepada kedua orang tuanya. Ketiga perkara tersebut merupakan usaha yang telah dilakukan seseorang semasa hidupnya dan akan didapatkan manfaatnya walaupun telah meninggal dunia.

Begitu banyaknya keutamaan bagi para penuntut ilmu. Allah swt akan mengangkat derajat orang-orang dengan ilmu, kemudian menjadikan mereka dalam kebaikan. Para malaikat ingin menghiasi orang-orang yang berilmu dan mengusap mereka dengan sayap-sayapnya. Bahkan ikan-ikan di lautan, binatang-binatang di daratan bertasbih serta memohonkan ampun kepada orang-orang yang berilmu. Karena dengan ilmu dapat menghidupkan hati serta menerangi pandangan yang gelap dan menguatkan badan yang lemah. Dengan ilmu Allah ditaati dan disembah. Dengan ilmu manusia berhati-hati dalam mengamalkan agama serta memelihara hubungan yang baik dengan sesama makhluk hidup. Berkata sahabat Mu’adz bin Jabal “Belajarlah ilmu, sebab mempelajari ilmu karena Allah adalah kebaikan serta menuntut ilmu adalah ibadah, pengkajiannya ialah seperti tasbih, penyelidikannya seperti jihad, pengajarannya adalah sedekah disertai pemberiannya kepada ahlinya ialah pendekatan diri kepada Allah. Ilmu adalah penghibur dikala kesepian, menjadi kawan dikala menyendiri serta menjadi petunjuk dikala senang dan susah, ia adalah pembantu serta teman yang baik dan penerang menuju surga”.

×

Hallo Sobat Askafi!

Silahkan klik dibawah untuk chat melalui Whatsapp atau ajukan pertanyaan melalui Email di lazismuaskafi@gmail.com

× Hallo ada yang bisa kami bantu?