Blog

Beberapa hari yang lalu kita dikejutkan berita kecelakaan pesawat Sriwijaya air SJ182 dengan rute penerbangan Jakarta-Pontianak, dimana beberapa menit penerbangan pesawat hilang kontak, tepatnya pada hari Sabtu (9-1-2021) sekitar pukul 14.40. Pesawat diketahui membawa 62 orang penumpang, yang terdiri dari 40 orang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi, kami selaku penulis turut berduka cita terhadap musibah yang dialami korban, semoga Allah menerima segala amalan yang mereka perbuat dunia, khususnya kaum muslimin.

Sebagai orang beriman tentunya kita beriman kepada takdir dan ketetapan Allah kepada hambaNya, hal seperti ini tidak lepas dari hikmah dariNya, boleh jadi hal buruk ternyata baik untuk kita, begitu sebaliknya boleh jadi sesuatu yang baik belum tentu buruk untuk kita. Ada kisah nyata seorang penumpang yang gagal menumpangi pesawat gara-gara terpapar Covid 19, dan beberapa menit kemudian pesawat Sriwijaya kecelakaan, virus tersebut bisa dikatakan menjadi rahmat bagi penumpang tersebut, dimana Allah masih memberikan kesempatan hidup untuk memperbanyak amal di dunia, Allah berfirman dalam Al-Qur’an :

وَعَسٰىٓ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ  ۖ وَعَسٰىٓ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ  ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُم لا تَعْلَمُونَ

Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 216)

Imam ibnu katsir berkata pada ayat ini :

وهذا عام في الأمور كلها قد يحب المرء شيئا وليس له فيه خيرة ولا مصلحة
Hal ini bersifat umum mencakup semua perkara. Adakalanya seseorang mencintai sesuatu, sedangkan padanya tidak ada kebaikan atau suatu maslahat pun baginya.

lalu dilanjutkan :
قال تعالى “والله يعلم وأنتم لا تعلمون” أي هو أعلم بعواقب الأمور منكم وأخبر بما فيه صلاحكم في دنياكم وأخراكم فاستجيبوا له وانقادوا لأمره لعلكم ترشدون
Artinya, Allah lebih mengetahui tentang akibat dari semua perkara daripada kalian, dan lebih melihat tentang hal-hal yang di dalamnya terkandung kemaslahatan dunia dan akhirat bagi kalian. Maka perkenankanlah seruan-Nya dan taatilah perintah-Nya, mudah-mudahan kalian mendapat petunjuk.

Jika menilik ayat tersebut banyak sekali hikmah, rahasia dan kemaslahatan bagi seorang hamba. Diantara hikmah tersebut adalah : apabila sebuah perkara yang dibencinya justru ternyata membawa maslahat untuk dirinya, dan terkadang sesuatu yang dicintainya ternyata justru malah membawa petaka baginya, maka apabila kita tertimpa musibah hendaknya kita tidak putus asa dan berprasangka buruk kepada Allah ketika tetimpa musibah begitu juga sebaliknya.

Satu hal lagi yang begitu memilukan adalah, dikutip tulisan terakhir Capt Afwan sebelum terjadi kecelakaan, beliau berkata : setinggi apapun aku terbang, tidak akan sampai surga bila tidak shalat 5 waktu, begitu indah kata-kata terakhir beliau seakan-akan Allah memberikan pesanNya melalui hambaNya pada momen ini. Kami teringat perkataan Syaikh ali jum’ah ketika muhadhorohnya beliau menceritakan tentang hikmah syahidnya Rasulullah, beliau berkata:
فلم يموت مباشرة بذلك السم ،ولاكن فد يكون مات متأثرا بعد ثلاث سنوات بهذا السم, حتى بعض علماء من شهداء
Rasulullah tidak langsung meninggal karena racun tersebut, tetapi racun tersebut berpengaruh setelah 3 tahun, hingga sebagian para ulama mengkategorikan beliau sebagai salah satu syuhada.

Beliau menceritakan tentang ulama yang berpendapat Rasulullah meninggal dengan syahid lantaran daging yang diberi racun dari wanita yahudi zainab binti harits, Rasulullah tidak langsung wafat setelah makan daging beracun tersebut, dalam kitab siroh Rasulullah berkata “(racun ini)memotong urat nadi dileherku”, karena sebab tersebut sebagian ulama mengkategorikan beliau sebagai syahid, begitu juga hal yang sama yang menimpa Capt Afwan, bisa jadi Allah menghendaki beliau menjadi syahid, sebagaimana yang disabdakan beliau :
الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِيقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Syuhada (orang-orang yang mati syahid) itu ada lima, ‘orang mati karena terkena penyakit tha’un (lepra), orang yang meninggal karena sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang tertimpa bangunan rumah atau tembok; dan orang yang gugur di jalan Allah.”

Dalam riwayat lain, dari Jabir bin ‘Utaik, Rasulullah SAW bersabda:
Syahid ada tujuh macam selain gugur (terbunuh) di jalan Allah; orang yang mati karena penyakit lepra adalah syahid. Orang yang mati tenggelam adalah syahid. Orang yang mati karena penyakit perut adalah syahid. Orang yang mati terbakar adalah syahid. Orang yang mati karena tertimpa bangunan atau tembok adalah syahid. Wanita yang gugur di saat melahirkan (nifas)“. (HR. Imam Thabrani) diriwayat lain disebutkan mati terbakar juga syahid.

Ganjaran orang mati syahid adalah :
Dalam satu hadis Nabi disebutkan, orang yang mati Syahid akan mendapatkan 7 keutamaan, yaitu:
1. Diampuni (seluruh dosanya) pada saat awal terbunuhnya.
2. Diperlihatkan di dunia tempatnya di surga.
3. Selamat dari fitnah kubur.
4. Diselamatkan dari hari yang sangat mencekam (Hari Kiamat).
5. Akan dipasangkan di atas kepalanya sebuah mahkota kebesaran dari Yaquut, yang nilainya lebih besar daripada dunia dan seisinya.
6. Akan dinikahkan dengan 72 bidadari.
7. Akan diperbolehkan memberikan syafa’at bagi 70 anggota keluarganya di akhirat kelak. (HR. At-Tirmidzi dan yang lainnya, dan ia berkata. Hadis ini derajatnya Hasan)

Setelah kita merenungi ayat dan hadits yang kami sebutkan diatas, maka kita sebagai seorang muslim seyogyanya selalu berprasangka baik kepada setiap kejadian serta juga selalu berhati-hati diimbangi dengan usaha semasimal mungkin untuk menanggulangi sebelum terjadi kecelakaan, setelah itu kita bertawakal pada setiap takdir yang sudah ditetapkan.

Pada akhir tulisan, kami mengutip kembali apa yang dipesankan Capt afwan  “setinggi apapun aku terbang, tidak akan sampai surga bila tidak shalat 5 waktu”, dimana perkataan beliau sangat mirip dengan Rasulullah sebelum meninggal, beliau bersabda : الصلاة الصلاة وما ملكت ايمانكم yang artinya “jagalah shalat, jagalah shalat dan berbuat baiklah terhadap budak kalian”, dimana para ulama berkata shalat berfungsi sebagai pencegah keji dan mungkar, sebagai cara istirahatnya orang beriman dari kesukaran hidup, sebagai jalan memohon pertolongan dll. Beliau ucapkan ini berulang kali di sebelah ummu salamah Radhiallahu’anha sampai suara beliau habis hinggal meninggal dunia.

Sumber:
Tafsir ibnu katsir
Alfawaid
App tafsir Al-Quran tadabbur

×

Hallo Sobat Askafi!

Silahkan klik dibawah untuk chat melalui Whatsapp atau ajukan pertanyaan melalui Email di lazismuaskafi@gmail.com

× Hallo ada yang bisa kami bantu?