Blog

Wabah Corona atau Covid19 ini memaksa kita melakukan perubahan total terhadap rutinitas harian.  Kita yang terbiasa bekerja atau beraktivitas di luar rumah kini harus berada di rumah untuk mencegah persebaran virus ini. Situasi semacam ini membuat banyak orang belum mampu melakukan adaptasi sehingga sangat berdampak fatal bagi kehidupan mereka, terlebih pada faktor ekonomi yang menjurus kepada ketahanan pangan sebagai sarana untuk bertahan hidup.

LazisMu Ashabul Kahfi melakukan kolaborasi bersama Yayasan Kajianmu yang sudah lama melakukan pendampingan ke pengusaha micropreneur yang kini sudah lebih dari 600 jamaah yang didampingi tiap minggunya untuk melakukan kegiatannya, yang terbagi di 26 masjid di DIY.

Direktur LazisMu Ashabul Kahfi, Muhammad Abduh Zulfikar, menegaskan kerjasama dengan Yayasan kajianmu meluncurkan program GKP yang bersifat solutif namun tetap kental dengan pemberdayaannya. Dana hasil penggalangan LazisMu Ashabul Kahfi dibelanjakan di warung tetangga sehingga tetap memberikan  perputaran ekonomi positif dilingkungan tersebut.

Awal program GKP tahap satu yang dilakukan tanggal 18-20 April dari kerjasama antara LazisMu Ashabul Kahfi ,Yayasan Kajianmu, Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah Moyudan ini dimulai dengan membagikan total nilai bantuan Rp 15 Juta dalam bentuk (Paket Pangan) serta Rp 10 Juta (berbentuk masker) yang diperoleh dari berbagai donasi, yang kemudian didistribusikan di daerah kecamatan Moyudan Sleman dengan satu pintu komando MCCC PCM Moyudan. Untuk pembelanjaan bantuan melibatkan 18 warung tetangga yang berada di daerah moyudan sebagai penyedia kebutuhan pangan.

Salah satu respon positif didapat dari pemilik warung sebagai salah satu pihak yang merasakan manfaat dari adanya program ini. Pemilik warung merasa senang karena untuk memenuhi kebutuhan bantuan pangan program ini dibeli dari warung sekitar. “Kalau beli bantuan di toko grosir yang jauh atau tidak di lokasi pemberian bantuan, nanti warung saya tidak laku. Mereka bisa makan tapi kami bisa renta juga jika yang seperti itu terjadi terus menerus” tutur salah seorang pemilik warung. Jika model seperti ini bisa berjalan secara terus menerus maka perputaran ekonomi di desa tetap berjalan.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Moyudan, Difa Nuri Sapta, Ketua Nasyiatul Aisyiyah Moyudan, Mafrudlatun Nikmah, serta para anggota ikut turut serta dalam program ini sebagai bentuk solidaritas nyata bagi masyarakat yang terdampak  pandemi. Diharapkan adanya Gerakan Keamanan Pangan ini dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk meningkatkan solidaritas terutama pada masa krisis ekonomi maupun ekologi seperti saat ini.

×

Hallo Sobat Askafi!

Silahkan klik dibawah untuk chat melalui Whatsapp atau ajukan pertanyaan melalui Email di lazismuaskafi@gmail.com

× Hallo ada yang bisa kami bantu?