Blog

Secara syari puasa adalah menahan diri dari makan, minum, hubungan seksual suami istri, dan segala yang membatalkan sejak terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat karena Allah. Dengan definisi tersebut maka terdapat konsekuensi bahwa selama berpuasa seseorang tidak boleh melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasanya. Pada dasarnya hal-hal yang membatalkan puasa adalah memenuhi syahwat atau menikmati kelezatan. Adapun para ulama mengklasifikasikan hal-hal yang membatalkan puasa dalam dua bagian, yaitu:

  1. Wajib mengganti di luar bulan ramadhan. Adapun yang termasuk dalam kategori ini adalah:
  2. Makan dan minum di siang hari bulan ramadhan secara sengaja. Apabila seseorang yang makan dan minum di siang hari bulan ramadhan dalam keadaan lupa maka dia tetap boleh melanjutkan puasanya, sebagaimana dalam hadis Nabi saw yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa lupa sedang ia dalam keadaan berpuasa, kemudian ia makan dan minum, maka sempurnakanlah puasanya, karena sesungguhnya Allah lah yang memberi makan dan minum itu kepadany” (HR al-Jamaah).
  3. Muntah dengan sengaja.
  4. Keluar haid atau nifas.
  5. Mengeluarkan sperma dengan cara onani. Dalam hal ini termasuk juga membatalkan puasa apabila seorang laki-laki mencium atau menyentuh area sensitif istrinya di siang hari bulan puasa kemudian ia mengeluarkan sperma. Akan tetapi, jika keluarnya sperma pada siang hari bulan ramadhan disebabkan karena mimpi basah maka hal itu tidak membatalkan puasa.
  6. Wajib mengganti di luar bulan ramadhan serta membayar kafarat. Yang termasuk ke dalam kategori ini adalah berhubungan suami istri di siang hari bulan ramadhan. Adapun kafarat dapat berupa: memerdekakan seorang budak, apabila tidak mampu harus berpuasa 2 bulan berturut-turut, apabila tidak mampu harus memberi makan 60 orang miskin dan setiap orang mendapat 1 mud makanan pokok (kurang lebih 6 ons).

Selain hal-hal yang telah disebutkan di atas yaitu yang dapat membatalkan puasa, terdapat juga perkara-perkara yang sebaiknya ditinggalkan saat sedang berpuasa, karena hal itu dapat merusak atau mengurangi pahala puasanya. Adapun hal-hal yang hendaknya dijauhi ketika berpuasa adalah:

  1. Melakukan atau mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, seperti: berbohong, memfitnah, menipu, berkata kotor, mencaci maki, membuat keributan, menganggu orang lain, berkelahi, dan segala perbuatan tercela menurut ajaran agama Islam. Dasar dari pada itu adalah hadis Nabi saw dari sahabat Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan bohong dan suka mengerjakannya, maka Allah tidak memandang perlu orang itu untuk meninggalkan makan dan minumnya.” (HR al-Khamsah). Dalam hadis yang lain masih dari sahabat Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Jika seseorang di antara kamu berpuasa, maka janganlah berkata kotor pada hari itu dan janganlah berbuat gaduh. Jika dimarahi oleh seseorang atau dimusuhinya, hendaklah ia berkata: ‘Saya sedang berpuasa’.” (HR al-Bukhari dan Muslim).
  2. Berkumur atau istinsyaq secara berlebihan. Dasarnya adalah sebuah hadis yang diriwayatkan dari Laqith bin Saburah ra, bahwa ia bertanya kepada Nabi saw: “Wahai Rasulullah, terangkanlah kepadaku tentang wudhu.” Lalu Rasulullah saw bersabda: “Ratakanlah air wudhu dan sela-selalah jari-jarimu dan keraskanlah dalam menghirup air dalam hidung, kecuali jika engkau sedang berpuasa.” (HR al-Khamsah).
  3. Mencium istri di siang hari, jika tidak mampu menahan syahwat. Hal itu didasarkan pada hadis yang diriwayatkan dari Aisyah ra bahwa ia berkata: “Pernah Rasulullah saw mencium dan merangkul saya dalam keadaan berpuasa. Tetapi beliau adalah orang yang paling mampu menahan nafsunya.” (HR al-Jamaah dan an-Nasai).

Alfandi Ilham S.Ag

×

Hallo Sobat Askafi!

Silahkan klik dibawah untuk chat melalui Whatsapp atau ajukan pertanyaan melalui Email di lazismuaskafi@gmail.com

× Hallo ada yang bisa kami bantu?