Blog

Islam adalah agama yang sempurna, yaitu agama yang mengatur setiap sendi-sendi kehidupan manusia. Pada kesempatan sebelumnya telah dipaparkan mengenai adab makan dan minum dalam Islam. Selanjutnya, akan dijelaskan mengenai adab berpakaian dalam Islam. Berpakaian adalah suatu kebutuhan yang tidak mungkin ditinggalkan dalam hidup ini. Islam telah memberikan rambu-rambu mengenai aturan, adab dan etika dalam berpakaian. Islam menganjurkan umatnya untuk berpakaian dengan pakaian yang bagus dan rapi. Karena hal tersebut termasuk perkara yang disukai oleh Allah dan juga dapat menjadikan pemakainya terlihat berwibawa. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah riwayat sebagai berikut:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إنكم قادمون على إخوانكم فأحسنوا لباسكم وأصلحوا رحالكم (2) حتى تكونوا كأنكم شامة (3) في الناس

Rasulullah saw bersabda: Sungguh kamu lebih menyukai saudaramu, maka baguskanllah pakaianmu dan perbaikilah kendaraanmu, sehingga kamu menjadi orang yang terkenal (ibarat tahi lalat) di kalangan manusia.” (HR Hakim).

Selain berpakaian dengan pakaian yang bagus dan rapi Islam juga menganjurkan untuk berpakaian dengan pakaian yang berwarna putih. Hal itu disebabkan karena warna putih menunjukkan kesucian, kesederhanaan dan juga enak dipandang terlihat bersih. Namun perlu dipahami bahwa bukan berarti Islam melarang berpakaian dengan warna selain putih. Pakaian adalah hiasan, sehingga perlu menyesuaikan dengan tuntutan rasa dan selera keindahan bagi yang mengenakannya. Mengenai anjuran memakai pakaian berwarna putih, terdapat dalam sebuah hadis Nabi saw yaitu:

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَسُوا الثِّيَابَ الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا أَطْهَرُ وَأَطْيَبُ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ

Diriwayatkan dari Samurah bin Jundub ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Pakailah pakaian yang berwarna putih, karena pakaian warna putih merupakan pakaian yang lebih bersih dan lebih baik dan kafanilah mayatmu dengan kain putih.” (HR Ahmad).

Selain berpakaian dengan pakaian yang bagus, rapi dan bersih adab berpakian juga perlu mempertimbangkan adat budaya yang berkembang di suatu daerah. Tuntunan berpakaian adalah tuntunan mengenai kesopanan dan menurut kebutuhan dalam pergaulan. Islam tidak menentukan dan mengharuskan berpakaian dengan model pakaian tertentu, Islam memberikan kebebasan dalam memilih pakaian sesuai dengan adat dan selera. Namun, yang penting diperhatikan adalah dalam berpakaian tidak boleh melanggar aturan dan norma agama, juga berpakaianlah dengan sewajarnya tidak berlebih-lebihan dan juga tidak memamer-mamerkan. Rasulullah saw telah mewanti-wanti umatnya agar tidak mengenakan pakaian yang dapat menimbulkan fitnah, seperti dalam sebuah hadis Nabi saw sebagai berikut:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

Rasulullah saw bersabda: Setiap perempuan yang memakai wangi-wangian, kemudian perempuan (tersebut) berjalan dihadapan kaum laki-laki agar mereka (laki-laki) mencium baunya, maka perempuan itu sama dengan berzina.” (HR an-Nasai).

Bagian terpenting dari adab berpakaian bagi umat Islam adalah menutup aurat. Aurat adalah bagian tubuh seseorang yang tidak patut terlihat. Aurat laki-laki adalah bagian tubuh antara lutut dan pusar. Sedangkan perempuan auratnya adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Terdapat tiga hal yang harus dipenuhi dalam berpakaian, yaitu memakai pakaian yang menutup aurat, memakai pakaian yang longgar sehingga tidak memperlihatkan lekuk tubuh  dan memakai pakaian yang tidak tipis (transparan) sehingga terlihat tubuhnya. Sebagaimana yang terdapat dalam sebuah riwayat hadis sebagai berikut:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ أَسْمَاءَ بِنْتَ أَبِي بَكْرٍ دَخَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهَا ثِيَابٌ رِقَاقٌ فَأَعْرَضَ عَنْهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتْ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ

Diriwayatkan dari Aisyah ra, bahwa Asma binti Abu Bakar bertemu dengan Rasulullah saw, sedangkan ia (Asma) berpakaian tipis. Maka Rasulullah saw berpaling darinya dan beliau berkata: Wahai Asma, sungguh wanita apabila telah sampai usia baligh (dewasa) maka tidak pantas dilihat darinya kecuali ini dan ini, dan beliau memberi isyarat kepada wajah dan kedua telapak tangannya.” (HR Abu Dawud).

Alfandi Ilham S.Ag
Kabid Dakwah Dan Pengkajian Agama Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Tompeyan

 

×

Hallo Sobat Askafi!

Silahkan klik dibawah untuk chat melalui Whatsapp atau ajukan pertanyaan melalui Email di lazismuaskafi@gmail.com

× Hallo ada yang bisa kami bantu?